Social & Culture

Bincang Kreatif Seni Pertunjukan

Inesia.ARTMelalui bincang-bincang kreatif seni pertunjukan, setidaknya akan membawa kita pada bagaimana membuka atau mengaktifkan kreatifitas dengan maksud membangun suatu jaringan komunikasi yang lebih luas melalui seni dan budaya masyarakat Indonesia

Tanggal 3 Oktober 2018 beberapa hari lalu di Gedung Mulo Makassar, sebuah program bincang-bincang seni dilaksanakan dengan tema “mengelola kreativitas dan produktivitas dalam berkarya”. Dalam bincang kreatif itu melibatkan beberapa pembicara dan warga masyarakat seniman-komunitas seni, mahasiswa dan masyarakat umum.

Pada bincang-bincang tersebut, menghadirkan empat pembicara yang terpilih dalam program Bakti Budaya Djarum Foundation-Ruang Kreatif dan keren-keren, ada Garin Nugroho, Eko Supriyanto, Maharani Ayu dan ibu Renita Sari dari Djarum Foundation. Keempatnya memaparkan program kerja dan pengalaman berkesenian dengan beberapa struktur pelaksanaan pertunjukan karya seni maupun sponsor pendukungnya.

Perlu diketahui bahwa Bincang Kreatif Seni Pertunjukan ini merupakan program kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Bakti Budaya dengan memfasilitasi atau mendukung upaya pelestarian dan pengembangan budaya.

Menurut ibu Renita Sari selaku pihak dari Djarum Foundation mengatakan bahwa “PT. Djarum dalam hal ini menyisipkan sebagian keuntungannya untuk pembangunan dengan mendirikan suatu yayasan lima bakti budaya yaitu olah raga, pendidikan, lingkungan, sosial dan budaya”, ibu Renitasari sendiri merupakan penanggung jawab dalam pelestarian dan pemajuan seni budaya, melalui bakti budaya Djarum Foundation.

Melalui hal tersebut, yayasan bakti budaya mempunyai suatu visi untuk mendukung dan menyokong upaya pelestarian budaya, khususnya dalam seni pertunjukan melalui seni tari, musik maupun cerita rakyat yang ada di setiap daerah. Adalah Garin Nugroho, Eko Supriyatno, Maharani Ayu yang merupakan peserta terpilih Ruang Kreatif 2017.

Garin Nugroho dan Eko Supriyanto merupakan seniman paling sering menjalin kerjasama dengan Bina Bakti Djarum Foundation, bahkan Djarum Foundation menyokong mereka dalam beberapa festival film internasional dan pagelaran seni pertunjukan tari dibeberapa negara.

Dalam tanggapannya, Garin Nugroho banyak berbicara soal pengembangan teknologi dan informasi yang menuju pada dunia percepatan dan komunikasi. Sebagai generasi muda, kita dituntut mencari suatu cara bagaimana memenuhi kebutuhan masyarakat kota saat ini yang menuntut hiburan dan kesenian yang komunikatif, profesional dan membawa nilai-nilai budaya dalam arti bahwa budaya tidak hanya diterima saja  akan tetapi dirawat terus.

Oleh karena itu, diperlukan suatu cara dalam mengkomunikasikan karya dengan metode penciptaan jaringan, memajukan dan menyebarkan keterampilan dalam hal penciptaan terhadap generasi muda melalui Ruang Kreatif dengan mendokumentasikan seni dan budaya secara audio visual seperti youtube dan peliputan segala kegiatan seni dan budaya.

1 2