Social & Culture

Peringatan Sumpah Pemuda ; Tolak Bala Nusantara 2018

Sembilan puluh tahun Sumpah Pemuda, bukan hanya sebagai peringatan biasa dengan perayaan dan euforia, melainkan sebagai upaya dalam renungan makna dan kontribusi apa yang telah diberikan kepada Negeri Indonesia. Kini Sumpah Pemuda bernostalgia dengan lokalitas Tolak Bala Nusantara sebagai salah satu tradisi leluhur untuk mengupayakan suatu Negeri tenteram, aman dan damai……

inesia.Art – Peringatan hari Sumpah Pemuda yang ke 90 tahun akan berlangsung pada tanggal 27-28/10/2018. Ada yang unik dalam peringatan sumpah pemuda nanti, sumpah pemuda akan dirangkaikan dengan kegiatan Tolak Bala Nusantara, yang akan diadakan dibeberapa tempat yang berbeda yaitu Balai Kota Makassar, Vihara Istana Avaloktesvara Makassar dan Benteng Somba Opu.

Nama kegiatannya sendiri adalah Sembilan Puluh Tahun Sumpah Pemuda ; Tolak Bala Nusantara, mengusung tema “Mengokohkam Jatidiri, Sambil Merawat Keberagaman.

Peringatan sumpah pemuda-Tolak Bala Nusantara akan diisi dengan kegiatan enam Agama resmi akan melakukan Doa Bersama, ada juga Orasi Kebangsaan Sumpah Pemuda, Ekspresi Kebangsaan Pemuda, Tayang Film Kebangsaan, Pelantikan Puang Matowa Bissu Bone serta Ulang tahun Vihara Istana Avalok Tesvara dan diakhiri dengan Palili/Berkeliling-begitu masyarakat Sulawesi Selatan biasa menyebutnya.

Kegiatan ini juga merupakan kirab budaya Nusantara dengan tujuan berdoa untuk mendinginkan bangsa dan semua pihak termasuk pemilihan Presiden dan wakilnya yang sebentar lagi akan bergulir.

Sesuai dengan kutipan dalam buklet kegiatan, bahwa Kegiatan ini kami anggap penting, sebagai bentuk untuk diperingati perayaan kebangsaan dan renungan makna Sumpah pemuda. “sembilan puluh tahun Sumpah Pemuda-Tolak Bala Nusantara: agar semua pihak menyadari bahwa hal seperti ini bukanlah hal sepeleh, tapi ini soal siapa dan apa kita sebagai Indonesia.

Kegiatan ini akan dihadiri oleh unsur Pemerintah, Pemangku Adat Sul-Sel, Tokoh Agama , Tokoh Masyarakat, Budayawan, Seniman, Sejarawan, Tokoh Politik, Pemuda, Mahasiswa, Pelajar, Guru, dan Masyarakat Umum. Para peserta yang hadir nanti akan memanjatkan Do’a bersama kepada  Tuhan yang Maha Esa.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh kolaborasi panitia antar elemen Pemerintah kota/kabupaten, Tokoh Adat, masyarakat seperti Forum Pembaruan Kebangsaan Provinsi Sul-Sel, Forum Bela Negara Sul-Sel, Forum Silaturrahmi Kraton Nusantara, Majelis Pemangku Adat Nusantara dan lain sebagainya.