ART THEATRE

Membaca Teater Modern Berbasis Tradisi

Seni teater merupakan seni yang mempunyai posisi dengan gaya melebar melalui elaborasi dari beberapa elemen pendukung dari semua cabang seni, hal ini menjadi lebih menarik dan memudahkan dalam menemukan suatu ruang-ruang komunikasi yang dinamis dalam melakonkan seni pertunjukan, suatu pesan dan kesan tentu menjadi hal pokok dalam pertunjukannya. Tradisi lisan tentu menjadi hal menarik dan utama dalam konsep garapan seni pertunjukan, mekanisme diperlukan dalam hal tersebut agar semua saling terpaut mengkorelasikan dengan baik melalui system gagasan yang telah direncanakan lebih awal…

inesia.Art – Hari jum’at kemarin tanggal 23/11/2018, di Aula kampus PDD ISI Surakarta Embrio ISBI Sul-Sel Jl. Pampang Raya No. 14 Makassar, diadakan suatu seminar teater dengan tema “Membaca Teater Modern Berbasis Tradisi”, sebagai Pembicara dalam seminar tersebut adalah seorang guru besar Institut Seni Indonesia Yogyakata Prof. Yudiaryani, M. A, dan dipandu atau sebagai moderator adalah Bapak rwin Sirajuddin, M, Sn. Beliau dalam hal ini menyempatkan wakunya untuk datang ke Makassar dalam rangka berbagi ilmu pengetahuan sehubungan dengan tema tersebut di atas.

Pada dasarnya, informasi tentang seminar ini telah disebar di media sosial beberapa minggu yang lalu, dengan harapan pesertanya bisa lebih banyak dan tidak terbatas dari suatu instansi atau daerah tertentu saja, akan tetapi bisa dari kalangan manapun yang ingin ikut serta dalam seminar tersebut, karena memang seminar ini lebih bersifat umum. Meskipun demikian para peserta yang terdiri dari beberapa dosen dari beberapa perguruan tinggi di Makassar, para mahasiswa, komunitas, dan anak sekolah tingkat SMK hadir dan cukup antusias dalam acara tersebut.

Dalam seminar tersebut, Prof. Yudiaryani memaparkan konten tulisan yang berjudul “Mempertimbangkan Cerita Lisan Sebagai Inspirasi Bagi Teater Modern” yang telah dibagikan ke masing-masing peserta.

Dalam pembahasannya, Prof. Yudiaryani mengatakan bahwa sebagai insan akademik, kita sudah semestinya memikirkan tentang perkembangan wujud suatu seni baik itu tradisi, modern maupun kontemporer. Kategorisasi ini sudah sepatutnya dilakukan oleh para insan akademik untuk memetakan pembacaan jenis atau suatu ciri daripada seni dan kaitannya dengan perkembangan sosial budaya. Disamping itu, pentingnya suatu tinjauan kepustakaan dari referensi yang sudah lamapun dengan maksud untuk menggali informasi yang relevan terhadapa perkembangan jenis kesenian saat ini.

Untuk membaca suau jenis kesenian tertentu, misalnya seni moderen, kita juga mesti membaca suatu tradisi sebagai sumber referensi. Hal ini dimaksudkan karena tradisi merupaka suatu warisan yang mempunyai suatu pesan-pesan yang dibawanya, dan tradisi tersebut merupakan suatu tradisi lisan yang memerlukan suatu transmisi untuk kegiatan berkesenian masa kini.

Tradisi sebagai sumber inspirasi kesenian masa kini merupakan suatu kegiatan yang positif dalam membangun kesenian masa kini baik itu dengan seni modern maupun kontemporer, dalam hal ini tidak ada salahnya kembali melihat tradisi kita kemudian ditransmisikan kedalam suatu bentuk masa kini seperti halnya sureq La Galigo, Mahabharata, Ramayana dan lain sebagainya.

Jadi untuk saat ini tradisi sebagai sumber inspirasi ide seni masa kini, baik itu modern, kontemporer, postmo, merupakan hal yang dapat kita garis bawahi sebagai suatu yang katakanlah memiliki pesona yang bukan hanya bagi kalangan seniman dalam negeri sendiri, tapi pesonanya menyentuh para seniman luar negeri dengan menggunakan idiom-idiom tradisi dan dengan idiom-idiom modern.

Lihat saja La Galigo yang dipentaskan keliling dunia dan disutradarai oleh Robert Wilson, bukan hanya itu, Ramayana, Mahabhrata juga disutradarai oleh-bukan dari orang Asia sendiri akan tetapi disutradarai oleh pihak asing dan diperkenalkan dan dipentaskan keliling dunia. Dengan adanya kegiatan tersebut, para seniman dan akdemisi sampai saat ini sudah melakukan suatu pertunjukan kolaborasi keliling dunia seperti yang dilakukan oleh ISI Yogyakarta dibeberapa event kolaborasi model kesenian masa kini yang berbasis tradisi.

Dalam proses penciptaan seni, tinjauan sumber mesti dilaukan sebagai suatu gagasan yang menginspirasi dan bukan mempengaruhi. Menurut Prof. Yudiaryani bahwa pengaruh dalam hal ini, berarti ada suatu dominasi ekternal dalam karya kita. Beliau juga berpesan bahwa dalam seni teater, kita senatiasa harus lebih banyak mengapresiasi jenis kesenian yang lain seperti, seni music, tari, rupa, dan lain sebagainya.

Karena seni teater itu bukanlah seni murni tapi merupakan suatu ilmu sintesis, beda halnya dengan seni-seni yang lain. Seni teater harus mengelaborasikan semua jenis seni kedalamnya melalui suatu gerak, komposisi ruang dan waktu-kompoisisi adegannya, alurnya, plotingnya dan sebagainya. Berbagai macam pertunjukan adalah suatu inspirasi dalam karya teater.

Sebagai Negara kepulauan yang terdiri dari 17.000 pulau dan secara logisnya memiliki bahasa, seni dan budaya juga sedemikian banyaknya, hal itu merupakan suatu inspirasi lisan yang dapat ditransmisikan menjadi sebuah pertunjukan dengan seni masa kini dimana tradisi lisan sebagai sumber garapan seni dengan gaya modern, kontemporer, atau jenis yang lainnya.

1 2