Fine Art

Dubes RI Budapest Membuka Malam Grand Opening Pameran Lukisan/Patung/Seni Persahabatan 20 Perupa Hungaria dan Jawa Timur.

Ketika kita mendengar gelar pameran karya lukis, kita tentu saja akan tertuju pada suatu karya seni sebagai suatu keindahan visual. Tentu saja hal itu sangat identik, keindahan itu merambat pada suatu pertautan hubungan yang lebih luas terutama dalam wilayah hubungan antar negara, bangsa, suku maupun perbedaan itu menjadi satu bentuk keindahan otentik yang ada dalam event pameran karya seni rupa. Begitulah apa yang dilakukan oleh para perupa dari Indonesia dan Hungaria bahu-membahu menciptakan keberagaman dan keindahan otentik dalam wujud pameran karya rupa…..

inesia.Art – Pada malam 27 November 2018 bertempat di kota Papa, Hungaria berlangsung pameran seni lukis dan patung serta kerajinan, yang diselenggarakan oleh Kelompok perupa Ver-Deco Budapest yang menggandeng PavilionSix Indonesia Art Gallery, bertempat di gedung perpustakaan Jókai Mór, kota Papa, yang akan berlangsung sampai pertengahan Januari 2019.

Perupa dari Indonesia yang turut ambil bahian adalah, Maharani juga sekaligus pendiri gallery (PavilionSix Budapest) menampilkan karya seri penari dan seri topeng bersama lukisan karya kawan-kawan perupa lainnya a l, Edi Sambels (Blitar), Imam Khanafi (Blitar), Agus Riyanto (Batu), Alianos (Malang/Praha-Ceko), Lucas (Malang) dan Yosa Batu (Malang).

Direktur Library Mr Hermann Istvan yang baik hati sebagai sponsor acara tersebut. Selain itu, pada malam istimewa itu juga dihadiri Mr. Aldozo Tamas, Walikota Papa, serta Duta Besar RI yang malam itu seperti biasa tampil elegans berpakaian black beauty. H.E Wening Esthyprobo, berkenan memberi restu terhadap pameran winter menjelang akhir tahun ini yang diikuti oleh 7 pelukis dari 5 kota di Jawa Timur serta 13 perupa Hungaria.

Rangkaian acara dibuka dengan sambutan tiga tokoh utama, kemudian dilanjutkan dengan suguhan 2 tarian tari merak dan tari Jejer Jawa Timuran oleh grup tari Arum Melati Budapest. Penampilan grup tari Arum memukau penonton kota Papa dan kagum dengan tarian dan goretan lukisan karya arek arek Jawa Timur tersebut.

Setelah beberapa suguhan tari dan nyanyian, tampil pula 2 penyanyi berkelas di kota itu yaitu Dáma Semes-Bogya Eszter dan Kurucs Sandi.

Sebagai informasi bahwa Ver Deco merupakan suatu asosiasi grup perupa Budapest yang memberikan lokakarya seni rupa bagi kaum milenial dari segala usia, dengan tujuan untuk lebih mengenal dan memperdalam seni, seperti seni rupa, lukis, seni terapan dan seni kreatif, dengan fokus pada dunia decoupage yang mempesona.

Gabriella Veress Presdir Ver-Deco menjelaskan sejarah Asosiasi Kreatif Ver-Deco didirikan tiga tahun lalu dan diciptakan untuk memberi seniman amatir kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka.Tujuannya adalah untuk memperkenalkan lokakarya dan pelatihan perupa ke masyarakat umum dan kalangan profesional, “kata Gabriella Veress.

Ditambahkan, seni yang berbeda seperti seni terapan, fotografi, seni rupa, lukis, patung, pahatan dan kerajinan rakyat sangat disukai, dan merupakan tonggak  kehidupan asosiasi yang utamakan keunikan dan keragaman, sambil berupaya ciptakan perpaduan antara decoupage lukisan tangan klasik dan Patung Tekstil dengan teknik lainnya. Karya dari bengkel kreatif ini terbukti memberi anggotanya rasa pencapaian yang nyata, realisasi diri dan sukacita. Sambutannya ditutup dengan memperkenalkan ke 13 perupa tsb.

Berbeda halnya dengan dr. Istvan, dalam sambutannya dr. István Hermann selaku direktur perpustakaan mengharapkan kepada hadirin, agar dapat menikmati karya-karya seni spektakuler dari 20 perupa Timur dan Barat.   Selain itu, Walikota Papa, Tamás Áldozó juga dalam sambutannya secara terbuka memberi selamat dan  mengagumi karya-karya para perupa, dan mencoba untuk memvisualisasikan apa yang pengunjung pikirkan tentang hubungan antara dunia bentuk dan warna, sesuai dengan tema pameran.

Himbauan juga ditujukan kepada para perupa yang harus berjuang untuk suatu keberhasilan, kesuksesan dan berani mengekspresikan diri. Tidak hanya itu, para perupa harus lebih menjiwai pekerjaannya dan menunjukkan kepada Dunia dengan senang dalam kreatifitas berkarya seni.

Pada kesempatan kali ini juga, Dubes RI Wening Esthyprobo menyambut baik pameran persahabatan semacam ini, beliau juga menyatakan sangat menyukai dan selalu menghadiri acara-acara pameran seni rupa, serta sering mengadakan penyuluhan ke sekolah-sekolah di Hungaria.

Pendekatan melalui seni rupa, budaya dan pendidikan telah mengalami keberhasilan dalam meningkatkan hubungan bilateral kedua negara Beliau antusias menyambut gembira dan memberi selamat dan memuji karya para perupa yang kreatif dan menarik. Tidak lupa juga disampaikan terima kasih kepada Panitia dan Walikota serta Direktur Perpustakaan Jokai Mor, Papa dan semua jajaran terkait.

Duta Besar RI menyebutkan bahwa beliau mengenal Maharani secara pribadi. Pelukis berbakat asal kota Malang ini telah 3 kali mengikuti pameran-pameran di Budapest. Bahkan sempat meraih juara I dalam kompetisi antar 50 perupa senior Hungaria, peringkat pertama dalam gala night-acara di Istana Godollo yang disponsori oleh Ver Deco Art Group. Sungguh

Sebagai suatu upaya dan kerja keras, ternyata dibuktikan bahwa karya Timur dapat bersaing dengan karya perupa Barat yang sudah menemukan titik terang.

Pada akhir acara, ditutup dengan pertukaran cinderamata, resepsi jamuan dan ramah, disertai dengan pemotongan tumpeng oleh Duta Besar RI bersama Walikota Papa, sekaligus  penanda resmi dimulainya acara pameran.

Panitia menyatakan sangat puas dan gembira dengan pameran bersama ini. Sebagai harapan supaya event berikutnya akan lebih banyak lagi perupa dari Indonesia ikut berpartisipasi di tahun  yang rencananya tahun 2019 nanti,  dan akan mengundnag perupa Hungaria menggelar pameran di Malang/Batu/Jatim dioganisir PavilionSix Art Galeri Budapest dengan restu dari KBRI Budapest tentunya.

 

Wass Maharani, Malang/Budapest

 

Budapest 27-11-2018.

Koresponen Inesia-Chris Budapest