Paint Art

Persahabatan Dua Pelukis, Olah Mara (O Mara) & Maharani

Jalinan sosial dua pelukis, Maharani dan Olah Mara atau biasa disapa O Mara sang pelukis Gypsi yang fenomenal. Kisah dan perjalanan hidup yang rumit.

inesia.Art – Sebagai prolog adalah-tulisan ini merupakan pengalaman pribadi saya (Maharani) selama saya melakukan kunjungan ke beberapa tempat dan seniman yang menurutku penting untuk kita ketahui bukan hanya sebagai informasi, akan tetapi sekiranya dapat menjadi pemantik untuk bisa berbuat lebih lagi.

Saya memulainya dari – Olah Mara atau sering dipanggil O Mara, adalah seniman kelahiran kota Monor, sebuah kota kecil di dekat Budapest, Hungaria. O Mara dilahirkan oleh seorang ibu pekerja restauran dan sang ayah seorang musisi pada 3 September 1945. Di usia 19 tahun O Mara tampil menarik dan sexy bak artist Italy, Gina Lolobrigida.

O Mara menikah dengan laki-laki asal Hungaria yang tampan, bermata biru yang bernama Foldi Istvan. Tahun 1964 mereka pindah ke kota Mogyorod. Pada tahun 1967, mereka dikaruniai seorang putri cantik yang diberi nama Foldi Maria.

Gambar; Foto koleksi oleh Maharani

 

O Mara sebagai seorang pelukis yang beretnis suku Gypsy yang dianggap minoritas di Eropa. Masa awal perrnikahannya, O Mara banyak mengalami pertentangan dengan keluarga suaminya, karena latar belakangnya sebagai seorang Gypsi.

Namun hambatan itu dapat mereka atasi dengan bekal cinta yang ada di dalam hati mereka. Pernikahan yang itu terbukti dapat bertahan selama 30 tahun. Tahun 1983, (38 tahun) O Mara divonis dokter mengalami kanker mata dan karena penyakitnya ini dia harus kehilangan salah satu bola mata di bagian kiri. Belum tuntas rasa kehilangannya, di tahun 1988 muncul kesedihan yang lain yakni kematian ibunya.

Tekanan ini menimbulkan rasa depresi yang berkepanjangan, sampai ia pernah mencoba bunuh diri. Tahun 1988 O Mara mulai membuka lembaran baru hidupnya. Di usianya yang ke 43 tahun ia mulai melukis. Passion ini seolah berkat dari langit, O Mara menemukan spirit baru dengan melukis.

Setiap merasa sakit kepala yang hebat ia selalu „melarikannya” ke dunia melukisnya. Di sana ia mengeksplore dan mengekspresikan di kanvasanya apa saja yang menjadi pengalaman batin, kepedihan, hinaan dan kejadian-kejadian nyata sehari-hari. O Mara tidak pernah bosan melakukannya, tidak memikirkan waktu dan untung rugi, dan hal itu serasa menjadi obat yang meringankan beban batinnya.

Tahun 1992 O Mara mulai memberi sentuhan di tiap lukisannya dengan warna dominan biru dengan ciri khas menuliskan kata-kata atau kalimat sesuai tema yang dipikirannya.

Gambar; Foto koleksi oleh Maharani

 

1 2 3