Social & Culture

Melihat Moralitas dari Perspektif Immanuel Kant

Inesia.ARTDi awal kata, saya mengatakan bahwa tulisan ini merupakan hasil review dan pandangan saya terhadap pemikiran atau perpspektif Immanuel Kant tentang moralitas.

Aristoteles menunjukkan sesuatu yang penting tentang moralitas, bahwa moralitas pada hakikatnya tidak terdiri dari sejumlah kewajiban dan larangan yang harus kita taati, melainkan moralitas merupakan petunjuk pada kehidupan yang lebih bermakna.

Hidup yang bermakna yang dimaksud oleh Aristoteles yaitu hidup yang mengembangkan diri kesegala kekayaan dan bukan mengejar bermacam-macam nikmat atau nama baik. Akan tetapi lebih menekankan pada pengembangan ke-sosialan dan komitmen kepada orang lain.

Etika Aristoteles ini sebenarnya sama dengan seluruh etika Timur, terutama misalnya etika Buddhisme yang mengajarkan bagaimana kebijaksanaan serta etika konfusianisme yang menunjukkan kualitas hidup yang lebih baik.

Sedangkan Immanuel Kant melihat moralitas dari sudut pandang yang berbeda yang mungkin sebagian besar bertentangan dengan para filsuf filsuf lainnya, tetapi menurut saya perspektif Immanuel Kant tidak bertentangan dengan para filsuf filsuf lainnya.

Akan tetapi justru ada suatu sisi bebeda menurut pandangan Kant yang disebut dengan Hakiki Moralitas, yang sebenarnya kita tidak melihatnya sampai sejauh itu.

Mengenai Immanuel Kant, saya sangat heran, karna Immanuel Kant sendiri hidup di abad ke 18, di kota kecil yang bernama Konigsberg. Seluruh hidup Kant hanya di habiskan di kota kecil tersebut. Melalui beberapa buku Kant yang saya baca menerangkan bahwa ternyata Kant tidak perna keluar lebih jauh sampai 20 KM dari kota kecil Konigsberg.

Sayapun beranggapan bahwa Kant itu kaya akan ilmu pengetahuan, melalui membaca. Tetapi dalam hal pengalaman sosial atau pengalaman langsung untuk bertemu dengan lebih banyak orang Kant masih sangat terbatas.

Namun saya juga berpikir dan heran bahwa justru Immanuel Kant dikatakan sebagai Filsup besar di zaman Modern, yang sampai sekarang ini kurang lebih sudah sekitar 250 tahun lamanya. Ini menandakan bahwa Kemungkinan besar menurut pandanganku,

Kant salah satu Filsup modern yang tidak bisa di abaikan begitu saja, Karna di jaman atau era Modern sampai saat ini, berbicara soal metafisika, epistemology atau etika Kant selaalu terlibat di dalamnya.

Hal yang menarik lagi tentang Kant, untuk mencapai gelar Professor, Kant butuh perjuangan yang tidak sebentar.  Hampur 20 tahun lamanya Kant berfilsafat tradisional dan kurang lebih sekitar 10 tahun lamanya Kant tidak menulis kalimat satupun. Tetapi membaca begitu banyak regerensi buku-buku yang berkaitan dengan Etika dan Moralitas. Setelah itu, Kant menulis buku dengan judul “critique of pure reason”.

Sesudah 10 tahun kemudian Kant menulis buku yang menggegerkan para filsuf lain, Kant mencoba untuk melahirkan pemikiran yang berbeda dengan yang lainnya. Yang pada dasarnya pemikiran ini penting dalam bidang epistemology. Disini kant mencoba untuk memberi pengertian baru tentang apa artinya sebuah pengertian dalam epistemology.

Cilacap, 4 september 2018